Kamis, 27 Desember 2012

Metode INVACT


sekedar informasi ini metode baru yang bisa diterapkan guru dalam proses pembelajaran. dan ini metode baru lho dari kelompokku tim PGSD 2009 UNY. selamat mencoba...

METODE INVACT (INCREASE VALUE ACTIVITY)




      Pendahuluan
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Pendidikan yang bermutu tinggi dapat menghasilkan sumber daya manusia-manusia yang unggul, cakap dan mampu bersaing dengan dunia luar. Mereka yang memiliki kepribadian serta karakter yang luhur sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Indonesia memiliki dasar negara dan ideologi bangsa yang sangat mulia. Didalamnya terdapat cita-cita bangsa Indonesia yang jika dapat terwujud maka akan tercipta generasi penerus bangsa yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional seutuhnya.
Untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi pendidikan Indonesia sesuai dengan cita-cita bangsa maka pendidikan di Indonesia tidak hanya ditekankan pada pembelajran yang semata-mata memenuhi aspek kognitif saja. Tetapi perlu adanya pendidikan yang menekankan adanya peningkatan sikap yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Sehingga mimpi untuk membentuk karakter anak-anak bangsa sangat perlu diperhatikan. Generasi penerus bangsa yang berkarakter merupakan cerminan pendidikan yang baik.
Harapan dari penanaman karakter pada generasi penerus bangsa ini adalah untuk menciptakan Indonesia yang mampu membangun peradaban bangsa. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skilldaripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan.
Metode Invact hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan akan pentingnya penanaman karakter pada peserta didik. Metode ini melengkapi kurikulum baru 2013 yang merancangkan pembelajaran SD tematik di semua kelas sehingga penanaman nilai untuk pembentukan karakter menjadi terintegrasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran menjadi lebih bermakna.

 Pengertian Metode Invact
Metode invact (increase value activity) adalah metode penanaman nilai menggunakan berbagai aktivitas yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dan direfleksi aplikasi nilainya setelah kegiatan pembelajaran selesai. Metode ini merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter siswa.
Karakteristik Metode Invact
1.      Aktivitas yang digunakan merupakan aktivitas yang mengandung nilai-nilai kehidupan.
2.      Aktivitas bisa berupa permainan, menonton video, mendengarkan atau membaca cerita, menganalisis lagu secara sederhana, dan sebagainya.
3.      Guru harus menyusun agenda tema untuk satu tahun. Guru harus menentukan karakter apa yang diharapkan muncul dalam satu tahun ajaran (goal = karakter utama). Karakter ini kemudian dipetakan menjadi beberapa karakter khusus yang membentuk karakter utama tersebut dimiliki oleh seseorang. Jumlah karakter khusus menyesuaikan kebijakan guru bisa dua, tiga, empat, dan sebagainya. Kemudian dari karakter khusus ini dicari nilai-nilai utama pembentuk karakter tersebut. Nilai utama ini yang akan menjadi payung nilai satu bulan atau bisa satu minggu. Dari nilai utama ini kemudian ditentukan nilai khusus yang akan diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran. Misalnya selama satu minggu menggunakan nilai utama kerjasama maka hari pertama menggunakan nilai indahnya perbedaan, hari kedua bersahabat dengan semua teman, dan seterusnya.
4.      Aktivitas yang dipilih disesuaikan dengan tema pada pertemuan tersebut.
5.      Nilai dalam setiap kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan nilai khusus yang sudah disepakati bersama. Misalnya tentang mencintai lingkungan, maka pada soal cerita pembelajaran Matematika menggunakan cerita-cerita yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.
6.      Penemuan nilai dalam aktivitas dilakukan dengan diskusi bersama antara guru dan siswa. Guru harus melakukan banyak pancingan kepada siswa dalam diskusi supaya nilai yang disepakati bersama sesuai dengan tema pada pertemuan tersebut dan urutan tema dalam agenda.
7.      Nilai yang dipilih akan menjadi tema nilai pertemuan satu hari tersebut. Di akhir kegiatan pembelajaran akan ada refleksi nilai. Siswa yang mengaplikasikan nilai tersebut selama satu hari akan mendapat bintang sedangkan siswa yang melanggar akan dikurangi bintangnya. Pada akhir semester atau akhir tahun ajaran bintang-bintang tersebut akan dihitung dan siswa tertentu (yang memiliki bintang terbanyak atau memenuhi jumlah bintang tertentu tergantung kebijakan guru) akan mencapat reward dari guru atau sekolah.
8.      Sebisa mungkin guru harus mengawasi siswa selama kegiatan pembelajaran di sekolah dan memacu siswanya untuk jujur dalam kegiatan refleksi.
9.      Guru memiliki buku catatan bintang untuk anak dan menyediakanreward untuk siswa yang disepakati akan mendapat reward (jumlah bintang terbanyak atau memenuhi jumlah tertentu tergantung kebijakan guru).
10.  Aktivitas dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Aktivitas ini merupakan kegiatan di luar apersepsi.
11.  Waktu untuk aktivitas 10-15 menit sedangkan untuk refleksi 5-10 menit atau menyesuaikan kebijakan sekolah dan guru.

       Langkah-langkah Metode Invact
1.      Kegiaatan diawali dengan doa dan salam.
2.      Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang aktivitas yang akan dilakukan.
3.      Siswa mengikuti instruksi guru untuk melakukan aktivitas.
4.      Siswa dan guru berdiskusi untuk menentukan nilai apa yang akan disepakati bersama untuk menjadi tema nilai pada pertemuan satu hari tersebut.
5.      Selama satu hari aplikasi dari nilai tersebut akan dilakukan siswa dan dimonitor guru maupun sesama siswa.
6.      Setelah pembelajaran selesai dilakukan refleksi untuk menentukan siswa yang mendapat bintang atau dikurangi bintangnya serta nasehat dari guru.
7.      Kegiatan diakhiri dengan salam dan doa.

Kelebihan Metode Invact
1.      Sistematis, memiliki tujuan yang jelas dan strategi yang tersusun di awal tahun.
2.      Meningkatkan kebermaknaan kegiatan pembelajaran.
3.      Strategis, secara tidak langsung masuk (include) dalam kegiatan pembelajaran.
4.      Meningkatkan motivasi siswa. Karena mengawali kegiatan pembelajaran dengan aktivitas yang menyenangkan dan bernilai maka dapat menumbuhkan sikap “suka sekolah” bagi siswa.
5.      Meningkatkan profesionalitas dan kreativitas guru dengan learning by do dalam menentukan nilai dan aktivitas yang akan dilakukan

Kekurangan Metode Invact
1.      Menambah waktu kegiatan pembelajaran sekitar 20-30 menit sehingga siswa harus pulang lebih siang. Kemungkinan juga akan mengubah jadwal istirahat pembelajaran.
2.      Menambah biaya operasional di sekolah.
3.      Keefektifannya bergantung pada kedisiplinan guru dan siswa.
4.      Banyak guru yang belum bisa mengoperasikan fasilitas IT.
5.      Kemenarikan aktivitas bergantung pada kreativitas guru sedangkan guru-guru di Indonesia masih kurang memiliki kemauan untuk mengembangkan kreativitasnya.
  Contoh Aktivitas dan Nilai
Nilai utama : percaya diri
Nilai khusus : menerima kekurangan diri sendiri
Alat : LCD, laptop, video Nick Vujivick.
Langkah kegiatan :
1.      Siswa dan guru memperhatikan video Nick Vujivick.
2.      Siswa menyampaikan pendapatnya tentang Nick.
3.      Guru menggiring diskusi ke arah penemuan nilai oleh siswa.
4.      Guru dan siswa menarik kesimpulan bahwa setiap orang memiliki kekurangan masing-masing. Tetapi kekurangan itu harusnya tidak menjadi penghalang untuk kita maju. Setiap kekurangan yang tidak bisa diubah maka harus diterima dan yang masih bisa diubah diusahakan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Ini merupakan salah satu contoh aktivitas yang bisa dilakukan. Guru diharapkan bisa menyusun aktivitas lain yang kreatif dan bermakna.